Selasa, 15 April 2014

Kepemimpinan



Arti Penting Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.  Dalam kepemimpinan ini terdapat hubungan antar-manusia, yaitu hubungan mempengaruhi (dari pemimpin), dan hubungan kepatuhan-ketaatan para pengikut/bawahan karena dipengaruhi oleh kewibawaan pemimpin.
Kepemimpinan dimasukkan dalam kategori “ilmu terapan” dari ilmu-ilmu social, sebab prinsip-prinsip, definisi dan teori-teorinya diharapkan dapat bermanfaat bagi usaha peningkatan taraf hidup manusia. Seperti ilmu-ilmu lain, kepemimpinan sebagai cabang ilmu bertujuan untuk:
1.        Memberikan pengertian mengenai kepemimpinan secara luas
2.        Penafsiran dan tingkah laku pemimpin, dan
3.        Pendekatan terhadap permasalahan social yang dikaitkan dengan fungsi pemimpin

Tipologi Kepemimpinan

Tipologi kepemimpinan merupakan tipe-tipe kepemimpinan lain yang ada disekitar kita. Meskipun belum terdapat kesepakatan bulat tentang tipologi kepemimpinan secara luas dikenal dewasa ini, lima tipe kepemimpinan yang diakui keberadaannya ialah:
1.   1.    Tipe yang otokratik
Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang otokratik memiliki serangkaian karaterisik yang dapat dipandang sebagai karateristik yang negatif. Dilihat dari segi persepsinya, pemimpin yang otokratik memilik ciri-ciri:
·         Pemimpin yang otokratik adalah seseorang yang sangat egois
·         Menganggap tujuan organisasi identik dengan tujuan pribadinya, oleh karena itu organisasi diperlakukannya sebagai alat untuk mencapai tujuan prinadi tersebut
·         Kecendrungan memperlakukan para bawahan sama dengan alat-alat lain, seperti mesin
·         Pengabaian peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan
2.    2.  Tipe yang paternalistic
Tipe pemimpin yang paternalistik banyak terdapat di lingkungan masyarakat yang masih bersifat tradisional, umumnya di masyarakat yang agraris.
Persepsi seseorang pemimpin yang paternalistik tentang peranannya dalam kehidupan organisasional dapat dikatakan diwarnai oleh harapan pengikutnya kepadanya. Harapan itu pada umumnya berwujud keinginan agar pemimpin mereka mampu berperan sebagai bapak yang bersifat melindungi. Akan tetapi, pemimpin yang paternalistik legitimasi kepemimpinannya dipandang sebagai hal yang wajar dan normal, dengan implikasi organisasioanalnya seperti  dalam kewenangan memerintah dan pengambilan keputusan sendiri.
Pemimpin yang paternalistik biasanya juga seseorang yang mengutamakan kebersamaan. Jika dianalisa lebih lanjut, karena pemimpin paternalistik bersifat kebapakan, membuat pemimpin paternalistik memiliki pandangan bahwa para bawahan belum mencapai tingkat kedewasaan.
3.   3.   Tipe yang kharismatik
Tipe kepemimpinan ini tidak dapat dijelaskan secara nyata karena pemimpin yang disukai karena karismanya cenderung tidak memiliki patokan khusus dalam mencirikan apa yang disukai dari sifat kepemimpinan dengan tipe ini. Karisma seorang pemimpin  biasanya tercipta secara alami dari sikap pribadi pemimpin tersebut.
4.    4.  Tipe yang laissez faire
Seperti halnya dengan tipe pemimpin kharismatik, tipe kepemimpinan ini tidak dapat dejelaskan secaara nyata. Meskipun demikian, pemimpin laissez faire terlihat sebagai “polisi lalu lintas” karna pada umumnya organisai akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggotanya terdiri dari orang-orang dewasa yang mengetahui tujuan dari organisasi tersebut.
Seseorang pemimpin laissez faire cenderung lebih memilih pasif dan membiarkan organisasi berjalan menurut temponya sendiri tanpa mencampuri bagaimana organisasi harus dijalankan dan digerakkan.
5.    5.  Tipe yang demokratik
Seperti diketahui bahwa tipe pemimpin ini adalah tipe pemimpin yang paling ideal diantara semua tipe pemimpin yang pernah kita ketahui dan dipelajari. Secara umum tipe pemimpin ini banyak dianut akan tetapi tidak selalu merupakan tipe pemimpin yang efektif dalam kehidupan organisasional.
Ditinjau dari persepsi tentang kehadiran atau keberadaannya dan peranannya, pemimpin yang demokratik biasanya memandang dirinya selaku koordinator dan integrator dari berbagai unsur dan komponen organisasi. Nilai yang dianut oleh seorang pemimpin yang demokratik adalah adanya falsafah hidup yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Sehingga penanganannya pun dilakukan dengan cara manusiawi.
Dengan demikian gaya kepemimpinan yang timbul adalah gaya pemimpin yang “people centered” karena menempatkan unsur manusia dalam posisi yang paling sentral di organisasi.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepemimpinan

            Melihat fakta riil yang terjadi, terdapat banyak faktor yang mempengaruhi alur proses kepemimpinan, yaitu:
1.    1.   Faktor kemampuan individu
Dalam kepemiminan, faktor pribadi yang berupa berbagai kompotensi seorang pemimpin sangat mempengaruhi proses kepemimpinannya. Dalam hal ini, komsepsi kepemimpinan umumnya memusatkan kepada pribadi pemimpin degan kemampuannya. Seorang pemimpin di era modern didasarkan pada beberapa kelebihan yang tidak dimiliki orang lain, seperti kecerdasan, tingkat pendidikan, tangung jawab, dll.
2.    2.   Faktor Jabatan
Seorang pemimpin dalam berprilaku harus selalu mengindahkan dalam posisi dimana ia berada. Seorang perwira tinggi tentunya dalam memberikan perintah akan berbeda gayanya dengan rektor.
3.    3.  Faktor Situasi dan Kondisi
Situasi khusus selalu membutuhkan tipe kepemimpinan yang khusus pula. Seorang pemimpin dalam hal ini harus memiliki fleksibilitas yang tinggi terhadap situasi dan kondisi yang menyertai para bawahannya. Bila tidak, maka yang muncul bukanlah komitmen melainkan perlawanan dari para bawahan yang mengakibatkantidak efektifnya suatu kepemimpinan.

Implikasi Manajerial Kepemimpinan dalam Organisasi

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kata Implikasi berarti akibat. Kata Implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek yaitu salah satunya yang dibahas saat ini adalah manajerial atau manajemen.
Dalam manajemen terdapat 2 implikasi yaitu :
1.       Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
2.       -  Implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.
Midle Road artinya kepemimpinan yang menekankan pada tingkat keseimbangan antara tugas dan hubungan manusiawi , dengan kata lain kinerja organisasi yang mencukupi dimungkinkan melalui penyeimbangan kebutuhan untuk bekerja dengan memelihara moral individu pada tingkat yang memuaskan.

Implikasi Manajerial Kepemimpinan dalam Organisasi
Organisasi apapun yang berdiri, tentu akan menggunakan konsep kepemimpinan karena ada unsur filosofi (pandangan), harapan/tujuan, tantangan, dan sumber daya di dalamnya. Semua faktor itu harus diatur sehingga bisa mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan kata lain mesti ada konsep kepemimpinan dalam organisasi.
Pada tataran praktis-managerial, konsep kepemimpinan juga mesti diterapkan sehinga dalam organisasi terkonsep rapi, bersinergis, dan efektif.

Dalam manajemen terdapat 2 implikasi yaitu :

1. Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
2. implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.
Midle Road artinya kepemimpinan yang menekankan pada tingkat keseimbangan antara tugas dan hubungan manusiawi , dengan kata lain kinerja organisasi yang mencukupi dimungkinkan melalui penyeimbangan kebutuhan untuk bekerja dengan memelihara moral individu pada tingkat yang memuaskan.

Implikasi Manajerial Kepemimpinan dalam Organisasi

Organisasi apapun yang berdiri, tentu akan menggunakan konsep kepemimpinan karena ada unsur filosofi (pandangan), harapan/tujuan, tantangan, dan sumber daya di dalamnya. Semua faktor itu harus diatur sehingga bisa mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan kata lain mesti ada konsep kepemimpinan dalam organisasi.
Pada tataran praktis-managerial, konsep kepemimpinan juga mesti diterapkan sehinga dalam organisasi terkonsep rapi, bersinergis, dan efektif.

Dalam manajemen terdapat 2 implikasi yaitu :
1.     -  Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
2.      - Implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.
Midle Road artinya kepemimpinan yang menekankan pada tingkat keseimbangan antara tugas dan hubungan manusiawi , dengan kata lain kinerja organisasi yang mencukupi dimungkinkan melalui penyeimbangan kebutuhan untuk bekerja dengan memelihara moral individu pada tingkat yang memuaskan.
Organisasi apapun yang berdiri, tentu akan menggunakan konsep kepemimpinan karena ada unsur filosofi (pandangan), harapan/tujuan, tantangan, dan sumber daya di dalamnya. Semua faktor itu harus diatur sehingga bisa mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan kata lain mesti ada konsep kepemimpinan dalam organisasi.
Pada tataran praktis-managerial, konsep kepemimpinan juga mesti diterapkan sehinga dalam organisasi terkonsep rapi, bersinergis, dan efektif.

DAFTAR PUSTAKA
Dr. Kartini Kartono. 1994.Pemimpin dan Kepemimpinan. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Setiawan, B. A, Abd. Muhith.2013.Transformational Leadership.Jakarta:Raja Grafindo Persada
Siagian, S. P.2010.Teori dan Praktek Kepemimpinan.Jakarta:Rineka Cipta
Belajarmanagement.2009. Tipe Pemimpin Demokratik. http://belajarmanagement.wordpress.com/2009/07/06/tipe-pemimpin-demokratik/.15 April 2014 pada pukul 21.32
Dian Ratnas.2013.Tipologi Kepemimpinan. http://dian-ratnas.blogspot.com/2013/06/tipologi-kepemimpinan.html . 15 April 2014 pukul 21.40
Muhammad Luthfi.2013. Implikasi Manajerial Kepimpinan dalam Organisasi. http://muhammadlutfi27-lutfi.blogspot.com/2013/06/implikasi-manajerial-kepemimpinan-dalam.html . 15 April pukul 22.00



Tidak ada komentar:

Posting Komentar